Wallet di Telegram meluncurkan futures perpetual 50x dengan Lighter
Wallet in Telegram launches perpetual futures trading with Lighter
Cointelegraph

Poin utama
Wallet di Telegram meluncurkan futures perpetual dengan Lighter pada Kamis melalui solusi kustodian terintegrasi Crypto Wallet. Pengguna Telegram dapat membuka posisi long dan short dengan leverage hingga 50× pada lebih dari 50 aset, termasuk Bitcoin, Toncoin, komoditas yang ditokenisasi, dan saham yang ditokenisasi. Andrew Rogozov, CEO The Open Platform, mengatakan perdagangan perpetual secara tradisional cenderung terasa mengintimidasi bagi pengguna ritel. Data CryptoQuant yang dikutip dalam artikel menunjukkan futures perpetual menyumbang hingga 90% dari volume derivatif di bursa kripto utama pada 2025 setelah volume sektor tersebut hampir tiga kali lipat. Artikel itu juga mengatakan Wallet di Telegram menambahkan saham yang ditokenisasi melalui kemitraan xStocks dengan Kraken pada Oktober 2025.
Mengapa ini penting: Akses yang lebih mudah ke produk berleverage di dalam aplikasi pasar massal dapat memperluas aktivitas derivatif ritel, tetapi juga dapat meningkatkan risiko likuidasi jika adopsi bertumbuh.
Sentimen pasar
optimistis secara hati-hati, didorong peristiwa.
Alasan: Wallet di Telegram menghadirkan futures perpetual di dalam Telegram dengan leverage hingga 50×, yang memperluas akses ritel ke produk trading dengan keterlibatan tinggi tetapi tetap membuat risiko tinggi.
Kasus serupa di masa lalu
Blum meluncurkan futures perpetual di dalam Telegram pada September 2025, memungkinkan pengguna memperdagangkan 20 aset dengan leverage hingga 100x tanpa keluar dari aplikasi. Blum mengatakan aplikasi tersebut telah mengakuisisi lebih dari 95 juta pengguna dan menghasilkan volume perdagangan lebih dari US$270 juta, yang menunjukkan mini-app Telegram dapat mendukung perilaku trading aktif, bukan hanya penggunaan wallet sederhana. Perbedaannya adalah Wallet di Telegram menggunakan solusi kustodian terintegrasi dan menawarkan lebih dari 50 aset, termasuk komoditas dan saham yang ditokenisasi, sementara Blum memosisikan produknya sebagai pengalaman perps mini-app di dalam Telegram. (Blum)
Efek berantai
Membawa trading berleverage ke dalam Telegram dapat mengurangi langkah antara perhatian pengguna dan eksekusi transaksi, yang dapat menarik lebih banyak arus order ritel ke produk derivatif di dalam aplikasi. Pergeseran itu dapat meningkatkan permintaan untuk alat kustodi, kolateral, dan margin yang sederhana di dalam produk kripto berbasis chat. Jika aplikasi berbasis Telegram lainnya merespons dengan peluncuran serupa, maka persaingan dapat bergeser ke batas leverage, keluasan aset, dan kecepatan trading. Jika penggunaan tetap terkonsentrasi pada segmen pengguna yang kecil, maka dampak pasar yang lebih luas mungkin tetap terbatas.
Peluang dan risiko
Peluang: Jika Wallet di Telegram memperluas penggunaan setelah peluncuran, maka itu adalah sinyal yang perlu diperhatikan untuk aktivitas derivatif ritel yang lebih kuat di seluruh produk kripto yang terkait dengan Telegram. Jika produk ini terus menambahkan fitur trading yang mudah diakses, maka trader dapat menganggapnya sebagai konfirmasi bahwa aplikasi konsumen sedang menjadi saluran distribusi yang lebih besar untuk futures perpetual.
Risiko: Jika adopsi leverage naik lebih cepat daripada pemahaman pengguna, maka mengurangi eksposur ke derivatif berbasis aplikasi dapat membatasi risiko likuidasi akibat kerugian cepat. Jika produk serupa menyebar cepat di seluruh Telegram, maka trader harus mengamati ayunan posisi ritel yang lebih tajam pada aset beta tinggi.
This content is an AI-generated summary/analysis for informational purposes only and does not constitute investment advice.