5 jam yang lalu

Open Standard meluncurkan Open USD di empat blockchain

Open USD challenges USDT, USDC dominance with a different bet on how stablecoins should work

CoinDesk

Open Standard meluncurkan stablecoin dolarnya, Open USD (OUSD), pada Rabu, kata CEO Zach Abrams. Open Standard pertama kali memperkenalkan Open USD pada Juni. Stablecoin itu mulai beroperasi di blockchain Ethereum, Solana, Base milik Coinbase, dan Tempo yang didukung Stripe. Coinbase, Mastercard, Stripe, dan Visa mendukung Open Standard. Open Standard merancang modelnya agar lebih banyak manfaat ekonomi dan kepemilikan tersebar di antara perusahaan yang mendistribusikan dan menggunakan Open USD, alih-alih terkonsentrasi pada satu penerbit. Jaringan mitra Open Standard yang lebih luas telah berkembang dari lebih dari 140 menjadi lebih dari 200 perusahaan. UBS, SBI Holdings asal Jepang, dan fintech Jeeves termasuk di antara mitra terbaru. Abrams mengatakan Open Standard ingin menjadikan Open USD sama bergunanya dengan dolar AS. Abrams membandingkan tujuan itu dengan stablecoin lain, yang ia gambarkan sebagai dana. Abrams sebelumnya ikut mendirikan dan memimpin perusahaan infrastruktur stablecoin Bridge. Stripe mengakuisisi Bridge senilai 1,1 miliar dolar AS pada 2024. Open USD memasuki pasar stablecoin senilai lebih dari 300 miliar dolar AS. USDT milik Tether memiliki sekitar 143 miliar dolar AS yang beredar, sedangkan USDC milik Circle sekitar 74 miliar dolar AS. Bank, perusahaan pembayaran, dan fintech mulai memasuki sektor ini. Persaingan stablecoin semakin mencakup distribusi, likuiditas, dan platform yang digunakan pelanggan, bukan hanya penerbitan.

This content is an AI-generated summary/analysis for informational purposes only and does not constitute investment advice.