4 jam yang lalu
Bank menaikkan proyeksi minyak Brent di tengah gangguan pelayaran di Teluk
Bank of America, Goldman Sachs, HSBC and More Raising Brent Oil Price Forecasts Amid Persistent Gulf Shipping Disruptions
The Daily Hodl

Bank-bank besar menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent sebagai respons terhadap gangguan pelayaran yang terus berlangsung di Timur Tengah. Commerzbank menaikkan proyeksi Brent akhir tahun menjadi $85 per barel dari $75. Goldman Sachs menaikkan proyeksi Brent sebesar $5 per barel untuk Desember 2026 dan 2027. Goldman Sachs menaikkan proyeksi WTI sebesar $5 per barel untuk Desember 2026 dan 2027. Goldman Sachs memperkirakan gangguan tersebut akan berlangsung hingga tahun depan. Goldman Sachs memprediksi Brent dapat diperdagangkan pada $85 per barel pada Desember. Goldman Sachs memprediksi WTI dapat diperdagangkan pada $80 per barel pada Desember. Goldman Sachs memperingatkan bahwa Brent dapat melampaui $120 jika produksi dan ekspor dari Teluk tetap sangat terbatas. HSBC menaikkan proyeksi Brent 2026 menjadi $90 per barel. HSBC menaikkan proyeksi Brent 2027 menjadi $85 per barel. Sekitar 20% minyak bumi yang diperdagangkan di dunia melewati Selat Hormuz. Bank of America menaikkan proyeksi Brent menjadi $83 per barel untuk paruh kedua tahun ini. Bank of America menaikkan proyeksi Brent menjadi $75 per barel untuk 2027. Bank of America mengatakan gangguan tambahan dapat mendorong harga minyak menuju $120 per barel. Bank of America mengatakan kerusakan luas pada infrastruktur energi dapat mendorong harga ke $150 per barel. Harga minyak mengakhiri pekan di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei. Harga diesel AS mencapai rekor tertinggi.
This content is an AI-generated summary/analysis for informational purposes only and does not constitute investment advice.