8 jam yang lalu

Email pemerintah palsu menipu Revolut hingga membagikan paspor dan catatan Bitcoin

Revolut Confirms Fake Government Email Pulled Passports and Bitcoin Records: Who Sent It?

Beincrypto

Revolut mengonfirmasi bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang menggunakan domain email lembaga pemerintah yang sah untuk mengajukan permintaan informasi palsu. Revolut menerima permintaan tersebut sebagai permintaan autentik dan mengirimkan berkas pelanggan. Berkas tersebut mencakup paspor. Berkas tersebut mencakup SIM. Berkas tersebut mencakup alamat rumah. Berkas tersebut mencakup rekening koran. Berkas tersebut mencakup swafoto verifikasi. Berkas tersebut mencakup catatan lengkap transfer Bitcoin. Seorang juru bicara Revolut mengatakan bank memblokir pengirim segera setelah mengidentifikasi masalah tersebut. Revolut mengatakan sistemnya dan dana pelanggan tidak terdampak. Revolut mengatakan kode sandi tidak terekspos. Revolut mengatakan detail login tidak terekspos. Revolut mengatakan data biometrik tidak terekspos. Tidak ada uang yang berpindah. Pemberitahuan kepada pelanggan menyebutkan bahwa swafoto verifikasi telah dikirim. Pemberitahuan tersebut menepis adanya telemetri wajah biometrik. Pemberitahuan tersebut membedakan telemetri wajah itu dari foto itu sendiri. Revolut mengatakan telah memberi tahu lembaga pemerintah tersebut. Revolut mengatakan telah memberi tahu polisi. Revolut mengatakan telah memberi tahu regulator perlindungan data. Revolut mengatakan telah memberi tahu regulator keuangan. Revolut menghubungi orang-orang terdampak dalam jumlah terbatas, demikian yang disebutnya. Revolut tidak mengidentifikasi lembaga tersebut karena penyelidikan polisi masih berlangsung. ZachXBT mengungkap kebocoran tersebut dan mengatakan bahwa kebocoran itu berdampak pada sekelompok kecil pengguna yang tampaknya ditargetkan karena mereka kaya.

This content is an AI-generated summary/analysis for informational purposes only and does not constitute investment advice.